yang dititipkan segala kumaksud tadi
kala gelincir matahari meredupkan suryanya
atau purnama dengan sebal diganggu puisi pria tentang cinta

sejak detik itu, gesturmu adalah kesukaanku
aku hafal wangimu, jarimu, rambutmu, bahkan detak jantung nan jauh diasana
ujung ke ujung
Share:

0 komentar:

Posting Komentar